Jumat, 20 April 2012

Contoh kolam yang sudah pernah di kerjakan

Kolam model minimalis milik bpk Efendi di Pondok Indah Jakarta selatan ini panjangnya 3,5m dan lebar 1.5m dengan kedalaman 1 m, sistem filter kombinasi mekanis dan biologis, finishing menggunakan batu alam palimanan dibuat pada tahun 2001.
Kolam model natural ini milik Ibu Nani di perumahan Green Garden jakarta barat dengan panjang 5m, lebar 2,5m dan kedalaman 1,2m sistem filter kombinasi mekanis dan biologis, finishing dengan relief batu buatan dan airterjun dibuat pada tahun 1999.
Kolam minimalis bergaya bali ini milik Bpk. Hendri Mulya salah seorang VP di PT TELKOMSEL lokasi kolam di daerah menteng jakarta pusat, panjang kolam 6m lebar kolam 3,5m dan kedalaman 1,3m, sistem filter kombinasi mekanis dan biologis dengan sistem aliran air over flow ( air atas ), finishing menggunakan batu candi dikombinasikan dengan batu andesit dan water wall, dibuat pada tahun 2008.
Kolam minimalis Over flow ini milik Bpk.Erik Owner dari Burger Blenger dibangun di lantai 2 rumahnya atas pertimbangan keterbatasan tempat, panjang 3m, lebar 1,5m dan kedalaman 40cm, sistem filter mekanis biologis dengan aliran over flow, finishing menggunakan batu candi, dibuat pada tahun 2008.
Kolam minimalis ini milik Bp. Kom Pol Nasution di perumahan Rafles hills Cibubur, panjang kolam 4m , lebar 3m dan kedalaman 1,5m, sistem filter kombinasi mekanis dan biologis,finsshing menggunakan batu andesit, dibuat pada tahun 2009.
Kolam ini milik Ibu Widya yang berlokasi di daerah bintaro jakarta selatan, panjangnya 4,5m, lebar 1m dengan kedalaman 80cm, sistem filter kombinasi mekanis dan biologis, dengan finishing relief tebing batu buatan, dibuat pada tahun 2011.
Kolam ini berada dilingkungan gedung perkantoran Graha Nusa Kirana , Sunter jakarta utara, panjang 4m, lebar 2m dan kedalaman 1m, sistem filter kombinasi mekanis dan biologis, finshing menggunakan batu candi, batu andesit dan batu salagedang, dibuat pada tahun 2011. Kolam koi ini milik Bp. Ferdinan Budiawan yang berlokasi di jl. Lamandau kebayoran baru jaksel, panjang kolam 9m, lebar 3,5m dan kedalaman 2,5m, ada dua bak filter di kiri dan kanan kolam utama dengan masing2 mempunyai ukuran panjang 3,5m lebar 1,2m dan kedalaman 2,8m, filter biologis tambahan ada di belakang atas kolam dengan panjang 9m, kolam dilengkapi dengan pompa arus ditiap sudut kolam, sampai saat ini ada ikan yang sudah berumur 20 tahun.
Kolam ikan koi ini milik Bpk Hendra yang berlokasi di sentul city, bogor panjang 4 m dan lebar 2,5m dengan kedalaman 1,2 m, filter panjang 2,5m da lebar 0,8m finishing batu candi dan air mancur ditengah kolam, dikerjakan bulan mei 2012.
Kolam ikan koi ini milik Bpk Widodo yang berlokasi di komplek hankam joglo jakarta selatan, posisi kolam berada di depan teras rumah , panjang 3,5m dan lebar 2,3m dengan kedalaman 0,8m, filter panjang 2,2m dan lebar 0,8m, kolam koi ini di kerjakan bulan juni 2012.
Kolam koi ini milik Bpk Ferry yang berlokasi di Cluster Castilla BSD City, panjang 2,5m lebar 2m dengan kedalaman 0,8m, dengan ketinggian water wall 3,5m, kolam berada di posisi belakang rumah sehingga didapat background yang baik untuk waterwall, dikerjakan bulan juni 2012.
Kolam koi ini milik Bpk Mulyadhi yang beralamat di perumahan tanjung mas, tanjung barat lenteng agung jakarta selatan, panjang 5m dan lebar 3m dengan kedalaman 1,3m bak filter panjang 3m dan lebar 0,8m, finishing menggunakan batu alam andesit dengan tambahan dua buah air terjun dan jembatan ditengah kolam, selesai dikerjakan bulan juni 2012.
KOlam ikan koi ini milik Bpk Enrico yang berlokasi di cluster Virginia lagoon, BSD City, kolam berada ditengah tengah ruangan panjang 7,5m dan lebar 1,4m dengan kedalaman 1,2m, bak filter panjang 9m dan lebar 0,6m dengan dua buah vortex sisitem dibagian pertama dan kedua dengan diameter masing2 0,8m, selesai dikerjakan agustus 2012.

Merancang Kolam Koi

Merancang dan merawat kolam koi Model kolam tak berpengaruh langsung terhadap kesehatan koi. kondisi ini justru sangat tergantung pada kedalaman air kolam, instalasi pipa untuk menunjang sistem filterisasi, dan daya tampung. Pertimbangkan pula aspek ketersediaan lahan dan kemudahan akses memandangi koi. Dinding Halus Koi paling cocok dipelihara di kolam semen. Usahakan dinding,dasar,dan sudut kolam dibuat sehalus mungkin, bisa menggunakan keramik atau bahan lain yang halus. Hal itu untuk mencegah terjadi luka di tubuh koi. Maklum koi mempunyai kebiasaan menggesekkan tubuhnya ke dinding dan dasar kolam. Nah, kalau permukaan dinding dan dsar kolam kasar, sisiknya bisa rusak dan terluka. Dasar kolam tanpa hiasan dan aksesoris, karena kita memelihara koi untuk dilihat keindahannya. bukan melihat hiasan kolamnya. Untuk meningkatkan kontras warna dan pola, orang mengecat kolam dengan warna hitam atau biru, itulah sebabnya foto-foto koi selalu dengan latar belakang warna biru. Kedalaman Air Kolam semakin baik, untuk koi ukuran lebih dari 40 cm, kedalaman kolam minimal 1,65m. Koi kurang dari 40cm, tidak masalah dengan kedalaman 1 m. Volume air kolam sangat mempengaruhi kesehatan koi. Seekor koi membutuhkan 4-5 ton air. Juga penting diperhatikan adalah daya tampung kolam. Populasi ikan tidak terlalu padat. kolam ukuran 2m x 4m paling banyak diisi 30 ekor koi ukuran 15-18cm. Hindari penempatan koi ukuran kecil dalam jumlah sedikit dalam kolam besar. Karena hal itu akan menyebabkan mereka kesulitan menemukan pakan. Filterisasi dan Aerasi Kolam harus dilengkapi saluran air kotor dan saluran air bersih. Pipa saluran air kotor tertanam di dasar kolam (bottom drain). Saluran itu untuk mengalirkan kotoran yang tenggelam, semisal kotoran ikan dan kerikilkecil. Sementara kotoran mengambang seperti lumut mati disedot oleh saluran air kotor di permukaan air ( Over Flow ). Saluran air bersih mengalirkan air bersih hasil penyaringan sistem filterisasi. Sistem filterisasi penting, karena koi membutuhkan kadar oksigen tinggi dan mutu air yang prima. Sistem filterisasi harus dibuat seefektif mungkin untuk mencegah masuknya berbagai jenis penyakit setidaknya memiliki 3 bilik ( Chamber ). Bilik atau chamber pertama berfungsi mengendapkan kotoran padat dibagian bawah ruang penyaringan. Prinsip itu berlaku pula dibilik kedua dan ketiga. Di kedua chamber terakhir masih dilengkapi dengan filter mat sebagai media tumbuh bakteri pengurai. Bakteri ini membantu proses penjernihan air. Perhatikan pula aerasi (Pembentukan gelembung udara di dalam kolam). Kadar oksigen tinggi membuat ikan cepat besar. Ketersediaan oksigen melimpah akan mempercepat proses penyerapan saripati pakan dalam usus. Di setiap kolam dipasang beberapa aerator sebagai pemasok oksigen dalam air. Selain itu, aerator juga membuat air kolam berarus sehingga koi akan sering bergerak. Koi rajin bergerak, ototnya semakin besar dan otomatis tubuhnya pun ikut melar. Yang punya fungsi serupa aerator adalah pancuran atau air terjun karena dengan adanya itu membuat koi lebih tenang. Butuh Sinar Sinar matahari berperan penting dalam pencegahan penyakit dan pertumbuhan. Juga bisa membuat warna dan pola ikan tambah kinclong. Koi tidak terkena sinar matahari warnanya bisa pudar. Dalam sehari, koi membutuhkan sinar matahari langsung minimal selama 3 jam. Apalagi untuk jenis koi hikari alias sisik mengkilap, semisal ogon dan kujaku. Bila mereka kurang sinar matahari, warna metalik sisiknya akan cepat memudar. Selain itu bisa mengundang berbagai penyakit. Sinar matahari juga mendorong berkembangnya ganggang spirulina. Nah, kalau dimakan bisa mendongkrak warna koi. Celakanya, kalau sinar matahari terlalu banyakkolam pun ditumbuhi lumut. Sinar matahari juga berfungsi untuk menaikkan suhu yang terlampau dingin. Tak heran kalau koi terlihat lebih sering di daerah kolam yang terkena sinar matahari. Karena sebenarnya mereka suka dengan air hangat. Membangun Kolam Bagi pecinta koi, kolam adalah bagian teramat penting. Bila mungkin membangun kolam dengan sistem filterisasi tercanggih. Karena sebenarnya memelihara koi adalah bermain dengan air kolam. Karenanya perlu langkah-langkah pembuatan kolam secara benar. Faktanya, tak semua hobiis bisa membuat kolam sesuai kaidah baku. Karena pekerjaan ini memerlukan keahlian khusus. Kalau asal-asalan , kebocoran bisa menimpa setiap saat. Solusinya, ya dilakukan pembongkaran. Berikut ini langkah-langkahnya : A. Menentukan Lokasi Langkah awal membuat kolam adalah menentukan lokasi. Kolam indoor atau outdoor? hal itu bakal berpengaruh terhadap sisitem filter yang dipilih. Diskusikan dulu dengan para ahli pembuat kolam. Pilih bentuk kolam sesuai selera. Bila kolam itu berada ditaman sebaiknya disesuaikan dengan gaya taman. Secara garis besar, kolam terbagi dalam dua gaya, formal dan semiformal. Para pemain koi di indonesia, umumnya mengusung gaya formal. Cirinya, bentuk kolam persegi sehingga terkesan kaku. Sementara kolam semi formal biasanya berlekuk dan berada di taman. Perhatikan pula kapasitas kolam.Halini erat kaitannya dengan jumlah dan ukuran ikan yang bakal anda pelihara. Konon setiap ikan berukuran jumbo (70 cm ke atas ), memerlukan air sekitar 4-5 ton. Setelah letak dan gaya kolam ditentukan, tanyakan pula sistem filterisasi yang cocok digunakan. Ada aneka macam pilihan seistem filter. Sistem konvensional yang dilengkapi dengan media filter dalam chanber. Sistem media filter yang lebih kompak dan praktis. Sistem filter terakhir ini biasanya bersifat portable hingga mudah dibongkar pasang. 2. Penggalian dan pengecoran Usai menentukan lokasi dan gaya kolam, selanjutnya dilakukan penggalian. Tipe tanah berbeda, ongkos pembuatan kolam pun bisa berbeda. Apalagi untuk kawasan dekat laut dan sumber air, baru digali 1 m, air pun menyembur. Biaya pun jadi lebih mahal. Karena perlu teknik khusus guna mencegah terjadinya rembesan pada kolam kelak. Pengecoran dan pemasangan bata dilakukan pada saat kondisi air tanah kering. 3. Mengaci Setelah pengecoran, dilanjutkan mengaci atau plesteran. Sebaiknya plesteran ditambahkan pengeras seperti merguson. Setelah itu baru diberikan efoxy untuk mencegah timbulnya alkali semen yang bisa bersifat racun bagi koi. Beberapa hobiis malah melapisi dinding kolam dengan sejenis coating. Langkah itu dipercaya bisa menghindarkan kolam dari pelbagai masalah seperti keretakan, rembes, dan keluarnya alkali dari semen. Pilih coating yang memiliki kemampuan sebagai bemper, alkaliresistant, mampu bernapas, bisa ditumbuhi lumut dan fleksibel. 4. Stabilkan kolam Begitu kolam selesai dibangun, jangan langsung diisi ikan. Pasalnya sistem kolam belum berjalan maksimal. Air kolam masih sering terlihat hijau. Selain itu disinyalir masih adanya alkali dari plesteran semen. Agar koi kelak dapat hidup sehat, kolam baru itu perlu dikuras selama tiga hari berturut-turut. Lebih sip lagi, hingga satu minggu. Setelah itu berikan garam ikan sebagai penetralisir air. Selanjutnya taburkan obat pembunuh jamur dan kutu. Selama 1-3 minggu pertama, sebaiknya kolam diberikan probiotik. Dengan perlakuan seperti itu, kolam baru bisa diisi koi setelah 1 bulan. Ada baiknya anda memasukkan terlebih dahulu koi kategori"biasa". bila dal 2 minggu terlihat sehat, silahkan masukkan koi-koi pilihan. Problem kolam baru Problem kolam baru bisa dilihat dari kondisi airnya, kolam baru akan mengalami air hijau, air kehijauan akibat dari alga tumbuh subur akibat oksigen, sinar matahari, dan tingginya kadar nitrat. apabila filternya bekerja maksimal pasti kadar nitratnya rendah. Sistem filter yang baik pasti dilengkapi UV untuk mengikat alga menjadi gumpalan supaya mudah tersaring. Ketika kotoran sudah menumpuk, hanya dengan 2-3 kali pembilasan, media filter bisa digunakan lagi. Dalam keadaan ekstrim, walau kotoran sudah menumpuk filter masih bisa kerja optimal. Problem lainnya dalah kebocoran . Disebabkan beton keropos. Faktor lain, kurang rapatnya sambungan pipa. Kebocoran juga diakibatkan pergerakan dasar tanah sehingga pondasi retak. Cara mengatasinya, bagian yang bocor ditambal adonan semen. kadang trik ini tak berjalan mulus. Apabila lubang terlalu besar. Lebih parah lagi bila sumber kebocoran tidak ditemukan terpaksa kolam harus dibongkar. Problem lainnya, ikan stres saat dilepas dikolam baru. Sebelum masuk kolam, rendam kantung plastik berisi ikan baru itu dalam kolam selama setengah jam, supaya ikan tak terlalu kaget saat dilepas. Titik mati juga menjadi problem. Tempat kotoran menumpuk. Selain menguras kadar oksigen, juga mempercepat pertumbuhan lumut. akibatnya air cepat keruh. Lambat laut kadar amoniak meningkat. Bila dibiarkan, ikan keracunan dan mati. Titik mati timbul karena kurangnya arus air melewati daerah itu.